From The Pastor`s Heart
27 Nopember 2005
Kontroversi Impor Beras
.....Jagalah supaya kebebasanmu..jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah...Karena itu apabila
makan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan mau makan daging lagi, supaya aku jangan
menjadi batu sandungan bagi saudaraku (1 Kor. 8:9,13)...
Ada kontroversi yang memanas akhir-akhir ini di tanah air. Keputusan
Departemen Perdagangan menerbitkan izin impor beras sebanyak 70 ribu ton pada akhir tahun ini. Penyebabnya ialah bahwa
sebelumnya telah disepakati untuk melarang impor beras hingga akhir Desember 2005. Selain itu, produksi beras nasional
dianggap masih mencukupi.
Di lain pihak, pemerintah berdalih bahwa ini hanya digunakan untuk mengamankan
stok. Wapres Jusuf Kalla mengatakan bahwa pemerintah tak mau menanggung risiko jika terjadi kekurangan stok pangan nasional.
Dalam kontroversi ini yang paling ketar ketir ialah para petani. Jika beras
impor menghujani pasar, maka harga gabah pasti rusak. Petani kecil seperti Mak Enoh bakal kena dampaknya. Ia mengaku
kuatir harga gabah yang kini bagus bakal melorot. Itu berarti hidupnya yang pas-pasan akan memburuk. Dengan suaminya,
ia hanya petani penggarap. 12 kuintal beras panennya masih harus dibagi dengan pemilik. Kekurangan biaya hidup
dengan 2 anak ditutupinya dengan meminjam uang tetangga.
Dalam kehidupan sehari, dalam skala yang lebih kecil, seringkali kita diperhadapkan
dengan situasi yang serupa. Yang kita katakan atau lakukan bukan sesuatu yang salah, dilihat dari prinsip firman Tuhan.
Namun jika itu sampai menjadi batu sandungan bagi saudara-saudara seiman yang masih lemah iman atau sedang dalam pertumbuhan,
ada baiknya untuk dievaluasi ulang. Diujudkan dalam bentuk yang lebih bisa diterima dan dimengerti. Atau bahkan,
bila perlu dihentikan.
Bukannya berarti kompromi. Namun untuk kebaikan saudara-saudari seiman, bukan
hanya diri kita sendiri. Karena ada tertulis di Roma 15:1, "kita yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak
kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri."
Dalam kasihNya,
Daniel, Maylene, Kezia dan Kevin.